Minggu, 13 Mei 2012


. Faktor Yang Mempengaruhi Kecerdasan Emosional
Sejumlah penelitian tentang emosi anak menunjukkan bahwa perkembangan kecerdasan emosi mereka tergantunag pada faktor kematangan dan faktor belajar. Reaksi yang tidak muncul pada awal kehidupan tidak berarti tidak ada, reaksi tersebut mungkin akan muncul dikemudian hari. Kematangan dan belajar terjalin sangat erat satu sama lain dalam mempengaruhi perkembangan kecerdasan emaosi.
Ada sejumlah faktor yang mempengaruhi kecerdasan emosional:
1.      Perubahan jasmani
Perubahan jasmani yang ditunjukkan dengan adanya pertumbuhan yang sangat cepat dari anggota tubuh. Pada taraf permulaan pertumbuhan ini hanya terbatas pada bagian-bagian tertentu saja yang mengakibatkan postur tubuh menjadi tidak seimbang. Ketidakseimbangan tubuh ini sering mempunyai akibat pada perkembangan emosi anak.
2.      Perubahan pola interaksi dengan orang tua
Pola asuh orang tua terhadap anak berfariasi. Ada yang pola asuhnya menurut apa yang di anggap terbaik oleh dirinya sendiri saja sehingga ada yang bersifat otoriter, memanjakan anak, acuh tak acuh, tetapi ada juga yang dengan penuh cinta kasih. Perbedaan pola asuh orang tua ini dapat berpengaruh terhadap perkembangan kecerdasan emosi anak.
3.      Perubahan interaksi dengan teman sebaya
Remaja seringkali membangun interaksi dengan sesama teman dengan cara berkumpul untuk melakukan aktivitas. Emosi pada masa ini adalah hubungan cinta dengan lawan jenis. Gejala ini sebenarnya sehat bagi remaja tetapi tidak jarang menimbulkan konflik  atau gangguan pada remaja kalau tidak diikuti dengan bimbinan dengan orang tua atau orang yang lebih dewasa.
4.      Perubahan pandangan luar
Faktor penting yang dapat mempengaruhi perkembangan kecerdasan emosi selain perubahan yang terjadi dalam diri sendiri adalah padangan dunia luar dirinya. Ada senjumlah perubahan pandangan dunia luar yang dapat menyebabkan konflik-konflik emosional.
5.      Perubahan interaksi dengan sekolah
Pada masa anak-anak, sebelum menginjak masa remaja, sekolah merupakan tempat pendidikan, sekolah merupakan tempat pendidikan yang diidealkan oleh mereka. Pada guru merupakan tokoh yang sangat penting dalam kahidupan mereka karena selain tokoh intelektual, guru juga merupakan tokoh otoritas bagi para peserta didik. Tidak jarang anak-anak lebih percaya, lebih patuh, bahkan lebih takut kepada guru dari pada orang  tuanya. Posisi guru semacam ini sangat starategis apabila digunakan untuk pengembangan emosi anak melalui penyampaian materi-materi yang positif dan konstruktif.


[1]M Ali. M Asrori, Psikologi Remaja,Jakarta Bumi Aksara 2004.
[2] M Ali. M Asrori, Psikologi Remaja,Jakarta Bumi Aksara 2004.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar