. Faktor Yang
Mempengaruhi Kecerdasan Emosional
Sejumlah penelitian
tentang emosi anak menunjukkan bahwa perkembangan kecerdasan emosi mereka
tergantunag pada faktor kematangan dan faktor belajar. Reaksi yang tidak muncul
pada awal kehidupan tidak berarti tidak ada, reaksi tersebut mungkin akan
muncul dikemudian hari. Kematangan dan belajar terjalin sangat erat satu sama
lain dalam mempengaruhi perkembangan kecerdasan emaosi.
Ada sejumlah faktor
yang mempengaruhi kecerdasan emosional:
1.
Perubahan
jasmani
Perubahan jasmani yang
ditunjukkan dengan adanya pertumbuhan yang sangat cepat dari anggota tubuh.
Pada taraf permulaan pertumbuhan ini hanya terbatas pada bagian-bagian tertentu
saja yang mengakibatkan postur tubuh menjadi tidak seimbang. Ketidakseimbangan
tubuh ini sering mempunyai akibat pada perkembangan emosi anak.
2.
Perubahan
pola interaksi dengan orang tua
Pola asuh orang tua
terhadap anak berfariasi. Ada yang pola asuhnya menurut apa yang di anggap
terbaik oleh dirinya sendiri saja sehingga ada yang bersifat otoriter,
memanjakan anak, acuh tak acuh, tetapi ada juga yang dengan penuh cinta kasih.
Perbedaan pola asuh orang tua ini dapat berpengaruh terhadap perkembangan
kecerdasan emosi anak.
3.
Perubahan
interaksi dengan teman sebaya
Remaja seringkali
membangun interaksi dengan sesama teman dengan cara berkumpul untuk melakukan
aktivitas. Emosi pada masa ini adalah hubungan cinta dengan lawan jenis. Gejala
ini sebenarnya sehat bagi remaja tetapi tidak jarang menimbulkan konflik atau gangguan pada remaja kalau tidak diikuti
dengan bimbinan dengan orang tua atau orang yang lebih dewasa.
4.
Perubahan
pandangan luar
Faktor penting yang
dapat mempengaruhi perkembangan kecerdasan emosi selain perubahan yang terjadi
dalam diri sendiri adalah padangan dunia luar dirinya. Ada senjumlah perubahan
pandangan dunia luar yang dapat menyebabkan konflik-konflik emosional.
5.
Perubahan
interaksi dengan sekolah
Pada masa anak-anak,
sebelum menginjak masa remaja, sekolah merupakan tempat pendidikan, sekolah
merupakan tempat pendidikan yang diidealkan oleh mereka. Pada guru merupakan
tokoh yang sangat penting dalam kahidupan mereka karena selain tokoh
intelektual, guru juga merupakan tokoh otoritas bagi para peserta didik. Tidak
jarang anak-anak lebih percaya, lebih patuh, bahkan lebih takut kepada guru
dari pada orang tuanya. Posisi guru
semacam ini sangat starategis apabila digunakan untuk pengembangan emosi anak
melalui penyampaian materi-materi yang positif dan konstruktif.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar